Berita
Local

Setelah berbulan-bulan menunggu, 119 pengungsi Rohingya kini direlokasi ke Pekanbaru

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), bersama dengan pemerintah pusat dan daerah serta mitranya termasuk UNHCR, mendukung relokasi 119 pengungsi Rohingya dari Aceh ke Pekanbaru. Pemindahan akan dilakukan dalam dua gelombang, yaitu dimulai hari ini, 17 Mei 2022 dengan kelompok keberangkatan terakhir dijadwalkan tiba pada 19 Mei 2022.

IOM senang dapat memberikan bantuan kepada kelompok pengungsi ini, termasuk pengaturan relokasi ini, dengan dukungan dari Operasi Bantuan Kemanusiaan dan Pelindungan Sipil Eropa (ECHO) dan Biro Kependudukan, Pengungsi Departemen Luar Negeri AS, dan Migrasi (PRM).

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pekanbaru atas partisipasi mereka dalam inisiatif relokasi ini dengan menyediakan kondisi tinggal yang lebih berkelanjutan bagi kelompok yang rentan ini,” kata Louis Hoffmann, Kepala Misi IOM di Indonesia.

Mr Hoffmann menambahkan, "untuk keluarga yang datang, relokasi merupakan kemungkinan untuk awal yang baru di lingkungan yang aman setelah mereka mengalami perjalanan berbahaya dan berbulan-bulan tinggal di tempat penampungan sementara di Bireuen dan Lhokseumawe."

Setibanya di Pekanbaru, IOM akan menyediakan akomodasi berbasis komunitas bagi para pengungsi ini yang serupa dengan pengungsi lain yang berada di bawah naungan IOM di Indonesia.

Kedatangan kelompok ini di Indonesia telah menghadapi sejumlah tantangan, tidak terkecuali risiko perjalanan perahu yang berbahaya dan ancaman yang terkait dengan penyelundupan dan perdagangan orang yang biasanya mengakibatkan perjalanan dan jalur masuk yang iregular, pelanggaran hak, dan kekerasan fisik. Kami berterima kasih kepada masyarakat Aceh dan pemerintah daerah di Bireuen dan Lhokseumawe atas semangat kemanusiaan mereka dalam mengulurkan tangan kepada para pendatang ini.

Saat dunia berkumpul minggu ini di International Migration Review Forum, sebuah forum internasional untuk meninjau kemajuan Kesepakatan Global untuk Migrasi, Indonesia tetap menjadi suara terdepan untuk pelindungan migran di antara pemerintah-pemerintah lainnya.

IOM Indonesia saat ini membantu lebih dari 7.400 pengungsi di Indonesia, di samping program-program untuk mencegah perdagangan manusia, memperkuat pelindungan bagi pekerja migran, mengurangi keterpaparan dan kerentanan terhadap bencana alam, dan mendukung sistem manajemen perbatasan terpadu dengan fokus khusus memerangi pandemi COVID-19 saat ini.

 

Untuk pertanyaan media, silakan hubungi:

Ariani Hasanah Soejoeti di IOM Indonesia, Tel. +628122726308, Email: asoejoeti@iom.int,

Itayi Viriri di Kantor Regional IOM untuk Asia dan Pasifik di Bangkok, Telp: +63 917 890 8785, Email: iviriri@iom.int.