Berita
Local

IOM Berkolaborasi dengan BPS Mendukung Penyusunan Peta Jalan Implementasi Satu Data Migrasi Internasional

@ IOM Indonesia/Regina U. Patricia

Jakarta, (Siaran Pers Bersama) – Badan Pusat Statistik (BPS) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), hari ini menyelenggarakan pertemuan antar kementerian dan lembaga untuk menyusun peta jalan Satu Data Migrasi Internasional atau SDMI, di Jakarta. Pertemuan tersebut dibuka oleh Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Ali Said, dan dihadiri sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, organisasi PBB, serta organisasi non-pemerintah terkait migrasi. Pertemuan koordinasi ini adalah bagian dari kolaborasi antara IOM dan BPS dalam memfasilitasi kelanjutan perancangan dan implementasi dari SDMI.

Diinisiasi oleh BPS sejak tahun 2019, SDMI dibentuk untuk dapat mendukung penyusunan dan implementasi kebijakan dan program terkait migrasi yang lebih tepat sasaran, serta mendorong dampak positif dan meminimalisir dampak negatif dari migrasi. SDMI juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menakar pencapaian Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) dantujuan-tujuan dari Kesepakatan Global terkait Migrasi atau Global Compact for Migration (GCM), serta mewujudkan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sesuai dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2017. SDMI diharapkan juga dapat berkontribusi pada pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) saat ini, serta dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan RPJMN selanjutnya yang akan diperbarui pada tahun 2025.

“Saya percaya dengan kerja sama yang kuat antar kementerian dan lembaga, kita dapat menghasilkan kerangka kerja yang kokoh dan komprehensif untuk mencapai Satu Data Indonesia dan Satu Data Migrasi Internasional akan menjadi salah satu upaya penting dalam mewujudkannya. SDMI ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pembuatan kebijakan-kebijakan dan program-program terkait migrasi internasional,” ujar Ali Said.

IOM, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan migrasi, selama ini telah mendukung banyak negara di dunia dalam meningkatkan kapasitas dan pengelolaan data migrasi sebagaimana tercantum di dalam Strategi Global IOM terkait Data Migrasi. Joshua Hart, selaku Koordinator Program Senior IOM Indonesia menyampaikan dukungan IOM kepada Pemerintah Indonesia dalam  implementasi kebijakan migrasi yang berbasis data dan bukti. “Sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa data adalah “lebih dari sekedar angka”. Data memainkan peran penting untuk meningkatkan kehidupan para migran. Data dapat digunakan untuk mengidentifikasi tantangan, mendesain respons, mengawasi implementasi kebijakan, serta mengevaluasi dampak dari kebijakan migrasi,” tutur Joshua.

Selain menjadi salah satu negara pengirim pekerja migran tertinggi di Asia, Indonesia juga merupakan negara destinasi migrasi. Setiap tahunnya, sekitar 150.000 – 250.000 pekerja migran Indonesia (PMI) bekerja ke luar negeri. Sementara itu, ada sekitar100.000-200.000 tenaga kerja asing saat ini bekerja di Indonesia serta terdapat kurang lebih 13.000 pengungsi dan pencari suaka dari luar negeri yang berada di Indonesia menunggu solusi jangka panjang atas situasi yang mereka hadapi. Adapun di tingkat global, Indonesia juga menjadi salah satu dari 33 negara unggulan (Champion Country) untuk implementasi Kesepakatan Global terkait Migrasi yang diadopsi pada tahun 2018 oleh 163 negara di dunia, dimana salah satu dari tujuan GCM adalah untuk meningkatkan kebijakan migrasi yang berbasis data dan bukti-bukti.

Roadmap atau Peta Jalan SDMI yang akan disusun dalam beberapa bulan kedepan diharapkan dapat  mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengidentifikasi strategi, prioritas, tantangan, serta kebutuhan dalam merancang, mengimplementasi, dan memonitor operasionalisasi dari SDMI. Proses penyusunan Peta Jalan dimaksud akan meliputi kajian literatur dan praktik baik dari negara lain, wawancara, lokakarya, serta diskusi kelompok terfokus dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait di tingkat nasional maupun daerah.

Penyelenggaraan pertemuan koordinasi dan penyusunan Peta Jalan SDMI dilaksanakan melalui Asia Regional Migration Programme yang tengah diimplementasi oleh IOM di 12 negara, termasuk Indonesia, dengan dukungan dari Biro Kependudukan, Pengungsi, dan Migrasi (Bureau of Population, Refugees, and Migration), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kapabilitas pemerintah di Kawasan Asia dalam manajemen migrasi yang berkelanjutan dan manusiawi.  

 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Pya Ayunindya

National Project Officer, Labour Mobility and Social Inclusion (LMI)

sayunindya@iom.int