Kesepakatan Global Tentang Migrasi (GCM)

Kesepakatan Global untuk Migrasi yang Aman, Teratur, dan Reguler atau the Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration (GCM) adalah perjanjian antar pemerintah pertama yang dinegosiasikan, disiapkan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mencakup semua dimensi migrasi internasional secara holistik dan komprehensif. Konferensi antar pemerintah untuk mengadopsi Kesepakatan Global untuk Migrasi yang Aman, Teratur, dan Reguler berlangsung di Marrakech, Maroko pada 10-11 Desember 2018.

Dikarenakan GCM tidak mengikat secara hukum, tidak ada kewajiban hukum baru di bawah hukum domestik atau internasional untuk Negara yang berpartisipasi. Teks ini merupakan hasil yang disepakati dari negosiasi antar pemerintah dan setiap negara untuk menentukan langkah selanjutnya.

GCM mendefinisikan 23 tujuan yang mencakup semua aspek migrasi. Setiap tujuan terdiri dari tujuan umum dan katalog akan tindakan-tindakan yang mungkin, diambil dari praktik terbaik, yang dapat dipilih oleh Negara untuk menerapkan prioritas migrasi nasional mereka. GCM dilihat konsisten dengan target 10.7 dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan di mana Negara-negara Anggota berkomitmen untuk bekerja sama secara internasional untuk memfasilitasi migrasi yang aman, teratur, dan reguler.

Tujuan-tujuan Kesepakatan Global untuk Migrasi yang Aman, Teratur, dan Reguler:

(1)    Mengumpulkan dan memanfaatkan data akurat dan terperinci sebagai dasar kebijakan berbasis bukti. 
(2)    Meminimalkan pemicu-pemicu yang merugikan dan faktor-faktor struktural yang memaksa orang untuk meninggalkan negara asal mereka. 
(3)    Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu dalam semua tahapan migrasi. 
(4)    Memastikan bahwa semua migran memiliki bukti identitas yang sah dan dokumen yang memadai. 
(5)    Mengembangkan ketersediaan dan fleksibilitas jalur migrasi reguler. 
(6)    Memfasilitasi rekrutmen yang adil dan etis serta menjaga kondisi untuk memastikan pekerjaan yang layak. 
(7)    Mengatasi dan mengurangi kerentanan dalam migrasi. 
(8)    Menyelamatkan hidup dan membangun upaya internasional terkoordinasi terkait para migran yang hilang.
(9)    Memperkuat respons transnasional terhadap penyelundupan migran.
(10)    Mencegah, memerangi, dan memberantas perdagangan orang dalam konteks migrans internasional. 
(11)    Mengelola perbatasan secara terintegrasi, aman, dan terkoordinasi. 
(12)    Memperkokoh kepastian dan keterkiraan (prediktabilitas) dalam prosedur migrasi untuk penyaringan, penliaian, dan perujukan yang tepat. 
(13)     Menggunakan fasilitas detensi migrasi hanya sebagai upaya terakhir dan berusaha mencari alternatif. 
(14)     Meningkatkan perlindungan, bantuan, dan kerja sama konsuler pada semua siklus migrasi
(15)     Menyediakan akses terhadap layanan dasar untuk para migran. 
(16)    Memberdayakan para migran dan masyarakat untuk mewujudkan inklusi yang menyeluruh dan kohesi sosial. 
(17)     Menghapuskan segaa bentuk dsikriminasi dan mengembangkan diskursus public berbasis bukti untuk mempertajam persepsi akan migrasi. 
(18)     Berinvestasi dalam pengembangan keterampilan dan memfasilitasi pengakuan bersama terhadap keterampilan, kualifikasi, dan kompetensi
(19)     Menciptakan kondisi bagi para migran dan diaspora agar dapat berkontribusi penuh tehadap pembangunan berkelanjutan di semua Negara. 
(20)     Mengembangkan mekanisme pengiriman uang yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih murah, serta mendukung inklusi keuangan para migran. 
(21)     Berkerja sama dalam memfasilitasi pemulangan dan penerimaan kembali yang aman dan bermartabat serta reintegrasi yang berkesinambungan. 
(22)     Membangun mekanisme portabilitas hak atas jaminan sosial dan manfaat yang diperoleh. 
(23)     Memperkuat kerja sama internasional dan kemitraan global untuk migrasi yang aman, teratur, dan reguler