FAQs for Media on Assistance towards Refugees & Asylum Seekers in Indonesia

IOM has supported the Indonesian government’s efforts to manage domestic and international migration issues since 1979.  Through an agreement between the governments of Indonesia and Australia, IOM provides for the care of approximately 8,300 refugees and asylum seekers in Indonesia seeking resettlement overseas. Refugees and asylum seekers have been forced to flee their home countries due to well-founded fear of persecution for reasons of race, religion, nationality, membership of a particular social group or political opinion.

At the request of the Government of Indonesia, IOM:

  • provides medical care, native language interpretation assistance and other basic services to migrants at the point of interception, and a basic support package to eligible migrants around the country.
  • provides Community Housing to approximately 8,300 migrants.
  • provides both formal and informal educational opportunities, vocational training and recreational activities to adults and children under its care.
  • provides each person in Community Housing who qualifies for this assistance a modest monthly support payment consistent with the household incomes of the host community because migrants are not permitted to work while in Indonesia according to national laws.  To cover their daily living necessities, migrants make purchases in the host community markets which generate economic opportunities for the local community.
  • works with communities to ensure migrants make a positive impact where they live.  Migrants participate in community activities such as neighbourhood clean-up days, volunteer with local organizations, among many other positive contributions on a daily basis.
  • provides assistance to migrants wishing to voluntarily return to their home countries.
  • organizes the travel/logistics behind resettlement cases including airline tickets and transfers to the resettlement country, and medical clearance prior to departure.

IOM works closely with the UNHCR but it has no advisory or decision-making role in the process of resettling refugees to third countries.

IOM does not:

  • conduct Refugee Status Determination (RSD) interviews though IOM interpreters do assist UNHCR officers with their RSD duties.
  • identify and propose refugees for consideration to potential resettlement countries.
  • participate in deportations.

IOM telah mendukung pemerintah Indonesia dalam usahanya mengatasi permasalahan migrasi baik domestik maupun internasional sejak tahun 1979.  Melalui kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Australia, IOM ini memberikan bantuan dan perawatan bagi sekitar 8.300 migran dari negara lain yang tinggal di Indonesia, menunggu penempatan di luar negeri.  Pengungsi dan pencari suaka terpaksa pergi meninggalkan negara mereka dan mengungsi karena ketakutan akan penganiayaan yang berlandaskan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan kelompok sosial tertentu, atau dikarenakan pandangan politik mereka.

Atas permintaan pemerintah Indonesia, IOM:

  • menyediakan bantuan medis, penerjemah bahasa asli, dan bantuan secara umum bagi para migran pada saat tercegat, dan paket bantuan dasar bagi para migran yang mendapatkan ijin untuk akomodasi.
  • menyediakan perumahan/akomodasi, bagi sekitar 8.300 pengungsi dan pencari suaka di seluruh Indonesia.
  • memberikan kesempatan mendapatkan pendidikan formal maupun non-formal, pelatihan vokasi dan kegiatan rekreatif bagi para migran yang berada dalam perawatan IOM.
  • memberikan bantuan finansial setiap bulan yang memadai/sesuai dengan pendapatan masyarakat setempat bagi setiap migran yang berhak dan tinggal di perumahan/akomodasi, oleh karena migran tidak diperbolehkan untuk bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, para migran membeli barang-barang kebutuhan dari pasar dimana masyarakat lokal tinggal. Hal ini telah melahirkan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
  • bekerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat untuk memastikan agar para migran dapat memberikan dampak positif di daerah mereka tinggal. Selain berbagai kontribusi positif yang diberikan oleh para migran setiap harinya, para migran juga berpartisipasi dalam kegiatan sosial masyarakat. Salah satunya seperti pada saat mereka ikut serta dalam kerja bakti masyarakat untuk membersihkan lingkungan atau ketika mereka berpartisipasi dalam kegiatan sukarela yang diadakan oleh kelompok atau organisasi di daerah mereka tinggal sementara.
  • membantu migran-migran yang secara sukarela ingin kembali ke negara asal mereka.
  • mengatur perjalanan/logistik yang diperlukan untuk penempatan, termasuk tiket pesawat, pemberangkatan ke negara penerima, dan perijinan kesehatan sebelum keberangkatan.

IOM bekerjasama dengan UNHCR, tetapi tidak mempunyai andil dalam memberikan masukan maupun pengambilan keputusan yang berkenaan dengan proses penempatan pengungsi ke negara ketiga.

Organisasi ini tidak:

  • menyelenggarakan wawancara untuk Penentuan Status Pengungsi (PSP), walaupun IOM menyediakan penerjemah untuk membantu staf UNHCR dalam melakukan tugas-tugasnya.
  • melakukan identifikasi dan mengajukan pengungsi untuk dipertimbangkan dalam proses penempatan ke negara ketiga.
  • berpartisipasi dalam kasus deportasi.