Kapolri mendukung usaha IOM Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada 7,000 Polwan

03/10/16

Bandar Lampung, Indonesia
Kepolisian Indonesia yang beranggotakan sekitar 500 ribu personil akan melatih ribuan Polwan pada fase kedua dalam kerjasama terbarunya dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (OIM/IOM) yang diselenggarakan Feb 15, di propinsi Lampung, Sumatra.

“Pelatihan ini merupakan wujud nyata kerjasama Polri dan IOM yang akan memberikan masukan dan berdampak dalam pemahaman, wawasan dan ketrampilan bagi peserta dalam mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, perdagangan orang dan penyelundupan manusia,” kata Kapolri Jend. Badrodin Haiti di hadapan lebih dari 200 Polwan junior di Lampung.
“Pendidikan tujuh bulan yang sudah Anda terima di Akademi Kepoliasian tidak menyertakan aspek-aspek teknik yang akan Anda terima pada pelatihan yang akan diberikan oleh IOM. Dengan demikian diharapkan Anda akan lebih baik dalam bertugas misalnya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan terhadap perempuan dan anak-anak.”

Dalam menanggapi kritikan kepada Polri yang dikarenakan oleh kurangnya perekrutan polwan dalam kepolisian yang menduduki rangking ke lima terbesar dunia, telah merekrut 7,000 anggota polwan baru pada 2014. Hal itu meningkatkan sepertiga jumlah polwan secara nasional menjadi 21,000 orang. Polwan-polwan baru itulah yang menjadi fokus bagi pelatihan IOM kali ini.

“Polisi wanita sudah ada di Kepolisian Indonesia sejak 1948, dan kami senang dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan profesinal bagi para polwan yang bergabungan di kepolisian mulai 2014,” kata Kepala Misi IOM Indonesia Mark Getchell. “Dalam bekerja Polwan Indonesia menghadapi banyak resiko dan bahaya yang memerlukan tekad, ketekunan, integritas dan tanpa mementingkan diri sendiri. Selamat atas penunjukan Anda semua dan salut atas bantuan Anda sekalian untuk membuat lingkungan masyarakat kita menjadi  lebih baik, menjadi tempat yang lebih aman.  

Pelatihan ke dua dari kerjasama ini telah diselenggarakan di propinsi Riau dan diikuti oleh 165 Polwan pada Kamis lalu.
IOM telah menyelenggarakan pelatihan tentang hak asasi manusia dan pemolisian masyarakat di Indonesia selama lebih dari 10 tahun. Fase baru yang berlangsung selama dua tahun ini akan memberikan pelatihan bagi 3,173 polwan di 32 propinsi mengenai perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak, perdagangan orang, juga pemolisian yang proaktif dan preventif.  Komponen komunikasi sosial yang bermanfaat bagi para petugas untuk menjembatani hubungan antara masyarakata dan aparat termasuk dalam fase terakhir dari pelatihan itu.