Sejarah IOM Indonesia

1979 
 
Bermulainya Operasi
Operasi IOM di Indonesia dimulai dengan bantuan pemrosesan manusia perahu Vietnam di Tanjung Pinang, Riau. 
 
 
1991
 
STATUS PENGAWAS
Indonesia mendapatkan status sebagai Negara Pengawas IOM. 
 
 
1999
 
PERSETUJUAN DENGAN INDONESIA
Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan IOM ditandatangani pada bulan Oktber 1999, mengotorisasi IOM untuk menangani isu masyarakat pengungsi dari konflik di Timor Timur.
 
KANTOR JAKARTA
IOM mendirikan kantor di Jakarta.
 
KANTOR BALI, DAN TIMOR BARAT 
IOM juga mendirikan kantor cabang di Denpasar, Bali, dan di Kupang dan Atambia, Timor Barat, untuk menfasilitasi pemulangan pengungsi Timor Timur.
 
 
2000 
 
PERSETUJUAN LUAS DENGAN INDONESIA
IOM dan Pemerintah Indonesia menandatangani Persetujuan Kerjasama dalam Penanganan Migrasi Iregular, pengungsi internal, Manajemen Perbatasan dan Immigrasi. Persetujuan ini menjadi basis hukum operasi IOM di Indonesia.
 
 
2001
 
KANTOR MATARAM 
IOM memindahkan kantor cabang di Bali ke Mataram, Lombok, dalam rangka menangani meningkatnya jumlah kasus migran iregular.
 
 
2002
 
BALI PROCESS
IOM menfasilitasi Konferensi Tingkat Menteri Regional tentang penyelundupan manusia, perdagangan manusia dan kejahatan trans-nasional lainnya di Bali. Konferensi Bali Process ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas nasional dan regional dalam rangka menangani isu-isu perdagangan dan penyelundupan manusia.
 
KANTOR SITUBONDO DAN PONTIANAK
IOM membuka dua kantor baru - satu di Situbondo, Jawa Timur, untuk membantu penanganan migran iregular, dan satu lagi di Pontianak, Kalimantan Barat, untuk implementasi proyek rehabilitasi lahan dan pengembangan kapasitas, dengan kelompok target pengungsi internal orang Madura.
 
2003
 
KANTOR BANDA ACEH
Kantor IOM di Banda Aceh dibuka untuk mengkaji dampak sosial-ekonomi konflik di Nanggore Aceh Darusallam (NAD), terutama yang terkait dengan kondisi pengungsi.
 
HAK ASASI MANUSIA
IOM mulai bekerja dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk meningkatkan perlindungan bagi pengungsi internal melalui kegiatan pengembangan kapasitas. IOM juga mendukung teciptanya garis perbatasan yang stabil antara Timor Barat dan Timur.
 
2004
 
DUKUNGAN PEMILU 
IOM menyediakan dukungan administratif dan logisik bagi Misi Pengamat Pemilu Uni Eropa untuk Pemilihan Umum dan Presiden 2004.
 
Pemberantasan Perdagangan Manusia
Sebagai kelanjutan dari Bali Process, IOM meluncurkan sebuah pilot programme untuk mendukung upaya penegakan hukum dalam rangka memerangi perdagangan manusia. Program anti-perdagangan manusia yang lebih luas kemudian diluncurkan bekerjasama dengan pemerintah.
 
POLICE PROJECT
IOM memulai proyek Reformasi Polisi untuk membantu Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) bertransformasi menjadi lembaga penegak hukum yang berbasis pada nilai-nilai demokratis, penghormatan hak asasi manusia, dan supremasi hukum. Proyek ini memberikan pelatihan HAM dan Polisi Masyarakat.
 
BANTUAN DARURAT TSUNAMI 
Paska bencana tsunami 26 Desember 2004, IOM mengembangkan operasinya di Indonesia. IOM adalah satu-satunya lembaga internasional yang beroperasi di 15 Kabupaten NAD yang terkena dampak bencana. Pengalaman IOM yang luas dalam bidang bantuan darurat bencana dan hubungannya yang erat dengan pemerintah serta lembaga lainnya membuat IOM mampu merespons dengan cepat.
 
KANTOR MEDAN
IOM Medan membuka kantor di Medan sebagai kantor pusat logistik bagi operasi bantuan tsunami. Truk-truk dari Medan mengirimkan berton-ton bantuan dari Medan kepada korban selamat di NAD.
 
2005
 
PEMULIHAN BENCANA
IOM membuka kantor di Meulaboh, Simeulue dan Pidie di NAD, Pulau Nias dan Sibolga di Sumatra Utara untuk membantu mengelola aktivitas di Indonesia dalam rangka Program Pemulihan Bencana.
 
PUSAT PEMULIHAN SATU ATAP 
IOM meresmikan pendirian Pusat Pemulihan Psikologis dan Medis bagi korban perdagangan manusia di Jakarta.
 
MIGRAN IREGULAR
Pada bulan Juni, jumlah migran iregular terdampar yang dibantu oleh IOM mencapai angka 4,000 jiwa, tersebar di 16 lokasi berbeda di seluruh Indonesia.
 
2006
 
TANGGAP DARURAT BENCANA
IOM melakukan operasi tangggap darurat bencana gempa Yogyakarta, dengan membantu transportasi, logistik, bantuan medis dan tempat penampungan darurat, dengan memanfaatkan pengalaman dan hubungan kemitraan yang telah dikembangkan di NAD.
 
POLICE PROJECT
Pelatihan HAM dan Polisi masyarakat diperluas dengan mengikutkan ribuan perwira polisi di NAD.
 
 
2007
 
PEMBANGUNAN
Di akhir tahun, IOM menyelesaikan pembangunan sebanyak 1,233 pemukiman sementara, 3,040 pemukiman permanan, 247 sekolah dan 132 bangunan komunitas sebagai bagian dari rekonstruksi paska tsunami di NAD.
 
DARURAT BENCANA
IOM melakukan operasi darurat bencana di Sumatra Barat dengan bantuan logistik, pemukiman dan medis. Bersama-sama dengan empat organisasi mitra, IOM membangun 669 pemukiman sementara di empat kabupaten yang terkena.
 
KESEHATAN
Klinik Medis Bergerak diciptakan untuk mendukung pelayanan kesehatan fisik dan mental bagi komunitas yang terkena dampak konflik di NAD. Proyek ini menggabungkan layanan kesehatan ke dalam program Pembangunan Perdamaian IOM yang mengikutsertakan reintegrasi mantan tahanan dan pejuang.
 
PEMBANGUNAN PERDAMAIAN
IOM ditunjuk oleh pemerintah Indonesia sebagai organisasi utama yang merancang dan mengimplementasikan program paska konflik dalam rangka penstabilan kembali Aceh. 
 
2008
 
HAJAT HIDUP
IOM mendukung pendirian koperasi perempuan di NAD. Pada akhir tahun lebih dari 8,000 pinjaman kredit dengan nilai lebih dari US%1,460,000 telah diberikan pada perempuan miskin di daerah-daerah terpencil di Aceh untuk membantu mereka membuka usaha kecil dan memberi mereka pemasukan. Di Yogyakarta dan Jawa Tengah, IOM meluncurkan sebuah proyek yang didanai oleh Java Reconstruction Fund untuk membantu membangkitkan kembali 3,000 usaha kecil yang terkena dampak gempa.
 
MENFASILITASI MIGRASI
IOM Indonesia meluncurkan sebuah proyek untuk mengumpulkan data, mendorong diskusi kebijakan dan menyebarluaskan pengetahuan tentang praktik-praktik terbaik tentang pengiriman uang pulang yang dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia di luar negeri. 
 
POLICE PROJECT
Pada akhir tahun, 25% dari personil polisi telah menerima pelatihan HAM dan Polisi Masyarakat dengan menggunakan modul pelatihan IOM. 
 
2009
 
PEDOMAN PEMBERANTASAN PERDAGANGAN MANUSIA
IOM memperbaharui Buku Panduan bagi Penegak Hukum dan Perlindungan Korban Perdagangan Manusia dan Penanganan Kasus Perdagangan Manusia, dengan memasukkan Undang-undang No. 21 tentang Pemberantasan Perdagangan Manusia. Panduan IOM telah disebarkan kepada 28,000 anggota komunitas penegak hukum sejak tahun 2005. IOM juga menerbitkan kurikulum pelatihan bagi Kepolisian, Jaksa, dan Hakim tentang penanganan kasus perdagangan manusia. Pada bulan September, jumlah korban perdagangan manusia yang dibantu secara langsung oleh IOM Indonesia adalah3,540 orang.
 
BUKU PANDUAN PENYELUNDUPAN MANUSIA 
Berkolaborasi dengan Kepolisian, Imigrasi dan tim peneliti multi-disiplin dari Universitas Indonesia, IOM mengembangkan dan menerbitkan buku panduan pertama bagi penegak hukum tentang penanganan kasus penyelundupan manusia. 
 
2010
 
PEMBANGUNAN EKONOMI PASKA BENCANA 
IOM mendukung pemulihan dan pembangunan ekonomi dengan memperluas akses keuangan dan memberikan bantuan terpadu bagi petani, koperasi dan usaha kecil perkebunan kopi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Proyek ini berhasil meningkatkan kualitas kopi dan meningkatkan hasil panen dari 1,767 petani dan koperasi mereka, sekaligus juga menciptakan 193 pekerjaan tambahan.
 
PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI JAWA BARAT 
Sebagai tindak lanjut dari darurat bencana di Garut, IOM mengimplementasikan proyek pengurangan risiko bencana multi-sektor, meningkatkan kapasitas tanggap darurat bencana dan DRR di 6 desa yang rawan. 
 
LABOUR MIGRATION
Laporan Penelitian berjudul "Migrasi Tenaga Kerja dari Indonesia - Sebuah Tinjauan Migrasi dari Indonesia ke Tempat-tempat Tujuan Tertentu di Asia dan Timur Tengah" diluncurkan pada tanggal 27 Oktober 2010. Laporan ini juga disusun dalam bahasa Indonesia dan Arab. Laporan ini mengkaji tantangan dan kesempatan dari migrasi, bertujuan untuk memberikan input yang relevan bagi pemerintah dalam perencanaan dan pengembangan pengaturan migrasi tenaga kerja yang efektif.
 
Publikasi "Mengambil Manfaat Migrasi Internasional: Praktik-praktik Terbaik Kawasan ASEAN" diproduksi oleh IOM dengan sub-kontrak Nathan Associates Incorporated, dan direview oleh ASEAN dan USAID. Publikasi internal ini menyajikan informasi tentang kebijakan terkait pekerja migran dan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik di kawasan ASEAN.
 
TANGGAP DARURAT BENCANA MERAPI DAN MENTAWAI 
Paska gempa bumi Oktober 2010 di Mentawai, IOM menurunkan tim tanggap darurat untuk memberikan bantuan transportasi dan logistik. Di akhir proyek IOM telah mengirimkan lebih dari 2,062 ton barang bantuan dan makanan kepada lebih 70 organisasi. Melalui berbagai pendanaan, IOM juga menyediakan bantuan evakuasi medis dan asistensi bagi lebih 1,600 pengungsi internal.
Tim tanggap darurat IOM diturunkan ke kabupaten Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali yang terkena dampak letusan Merapi, IOM memberikan bantuan air bersih, sanitasi dan promosi kebersihan, dan tempat penampungan kepada lebih 16,000 pengungsi internal. Sekitar 45,000 pengungsi internal dan 144 anggota Forum DRR juga mendapatkan manfaat dari serangkaian kegiatan DRR yang dilakukan oleh IOM.
 
BANTUAN DAN KONSULTASI IT 
IOM terus mendukung Direktorat Imigrasi Indonesia melalui proyek pembangunan kapasitas dan konsultasi IT, meningkatkan kualitas Irregular Migrant Database (IMDB) untuk berfungsi secara lebih efektif.
 
2011
 
KESEHATAN
Sebuah proyek kesehatan yang menargetkan komunitas pengungsi internal dilangsungkan di Mentawai, bertujuan untuk mengurangi tingkat penyebaran penyakit dan kematian melalui deteksi dini penyakit berpotensi menular atau berbahaya. Di akhir proyek, lebih dari 8,000 pengungsi internal mendapatkan manfaat dari berbagai kampanye kesehatan dan aktivitas pembangunan kapasitas yang disediakan bagi para tenaga kesehatan dan relawan.
 
2012
 
PANDUAN PENYIDIKAN PENYELUNDUPAN MANUSIA
Bersama dengan sejumlah peneliti, IOM Indonesia memperbaharui Manual Penyelundupan Manusia dan Panduan Lapangan 2009, merefleksikan perkembangan terkini terkait peraturan-peraturan baru dalam bidang imigrasi tahun 2011. Laporan ini didistribusikan kepada aparat penegak hukum di berbagai titik panas penyelundupan manusia seluruh Indonesia pada tahun 2013.

 

PEMULIHAN HAJAT HIDUP MERAPI
IOM, FAO, dengan pimpinan UNDP mengimplementakan proyek pemulihan paska letusan yang didanai oleh IMDFF-DR di Jawa Tengah dan Yogyakarta. IOM bertanggungjawab atas komponen DRR.