Pemberantasan Perdagangan Manusia

Indonesia adalah salah satu negara asal terbesar bagi korban perdagangan orang, baik bersifat domestik maupun lintas-batas. Mayoritas korban adalah perempuan yang diperdagangkan untuk tujuan dipekerjakan sebagai buruh atau untuk eksploitasi seksual. Perdagangan orang menuju dalam negeri juga semakin menjadi isu serius, dengan korban berasal dari negara-negara lain di Asia Tenggara atau berasal dari Amerika Selatan untuk bekerja dalam industri seks atau perikananan. Dalam satu dekade terakhir Indonesia telah menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh pada tingkat nasional, regional dan internasional, untuk memberantas salah satu ancaman serius atas keamanan manusia ini dan IOM Indonesia telah menjadi salah satu aktor dan mitra kunci pemerintahan Indonesia dalam pemberantasan perdagangan manusia.

Sejak tahun 2005, kegiatan perdagangan orang IOM Indonesia terfokus secara strategis pada:

•    Pencegahan perdagangan orang melalui kegiatan peningkatan kesadaran dan pemantauan rekrutment tenaga kerja;  
•    Perlindungan korban perdagangan orang melalui bantuan langsung pada korban serta pengembangan kapasitas institusional dari aktor pemerintah dan non-pemerintah; 
•    Penguatan sistem peradilan Indonesia dengan meningkatkan kapasitas penegak hukum serta memperbaiki akses keadilan bagi para korban perdagangan orang; dan 
•    membangun kemitraan lintas sektoral melalui pembuatan kebijakan, perencanan dan bantuan anggaran bagi Gugus Tugas pemberantasan perdagangan orang di tingkat nasional dan sub-nasional. 

Sebagai bagian dari Program Bantuan bagi Korban, IOM Indonesia menyediakan bantuan pemulangan, pemulihan dan reintegrasi bagi korban dari Indonesia dan asing melalui program Dana Bantuan Korban. Bantuan Reintegrasi termasuk program perawatan kesehatan fisik dan mental, tempat penampungan sementara, konseling keluarga, bantuan pendidikan, bantuan penghidupan dan bantuan hukum. Bantuan diberikan melalui mekanisme rujukan bekerjasama dengan lebih dari 80 aktor negara dan non-negara. Antara 2005 hingga 2013, IOM INdonesia membantu lebih dari 6,432 korban perdagangan orang bersama dengan mitra-mitranya. Database IOM telah digunakan untuk merekam data bantuan IOM sejak tahun 2005. Database tersebut merupakan sumber informasi yang penting bagi para pembuat kebijakan, penyedia jasa layanan, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya dalam rangka memahami penyebab, proses, trend dan akibat dari perdagangan orang di Indonesia.