Migrasi Tenaga Kerja

Migrasi internasional tenaga kerja didefinisikan sebagai pergerakan orang dari satu negara ke negara lain dengan tujuan mendapatkan pekerjaan. Saat ini, diperkirakan sekitar 105 juta orang bekerja di negara selain negara kelahirannya. Namun, walaupun ada banyak upaya dilakukan untuk melindungi para tenaga kerja migran tersebut, banyak di antara mereka mengalami kerentanan dan menghadapi risiko yang serius selama menjalani proses migrasi.

Indonesia adalah salah satu negara pengirim tenaga kerja migran, dengan kurang lebih 6 juta Tenaga Kerja Indonesia bekerja di luar negeri. Selain tenaga kerja formal yang melalui saluran resmi, sejumlah besar tenaga kerja Indonesia direkrut di luar jalur resmi. Di dekade lalu, Indonesia telah menjadi salah satu pengirim terbesar tenaga kerja tak terlatih. Di Asia, Indonesia adalah eksportir tenaga kerja terbesar kedua setelah Filipina. Pendekatan IOM terkait migrasi tenaga kerja internasional adalah dengan menumbuhkembangkan sinergi antara migrasi tenaga kerja dan pembangunan, dan mempromosikan saluran-saluran resmi bagi migrasi tenaga kerja. Selain itu, IOM juga bertujuan menfasilitasi pengembangan kebijakan dan program-program yang bertujuan bagi kebaikan migran dan masyarakat, dan memberikan perlindungan yang efektif dan bantuan bagi para tenaga kerja dan keluarga mereka.

IOM Indonesia bekerja dengan pemerintah Indonesia dan mitra non-pemerintah lainnya dalam memperbaiki manajemen migrasi tenaga kerja melalui penelitian, dialog kebijakan, pengembangan kapasitas dan peningkatan kesadaran tentang migrasi aman, bahaya perdagangan orang dan kemelekan finansial. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat membantu orang-orang yang berencana untuk bekerja di luar negeri dalam mengambil keputusan, menciptakan harapan yang wajar dan melakukan antisipasi atas risiko dan tantangan yang akan dihadapi selama proses migrasi.