Imigrasi dan Manajemen Perbatasan

Kemampuan untuk menangani isu migrasi secara komprehensif dan kooperatif adalah salah satu syarat dasar yang perlu ada dalam pemerintahan nasional yang bertanggung jawab, hubungan internasional yang efektif dan partisipasi penuh dalam institusi internasional atau regional. Sementara pandangan yang banyak beredar adalah bahwa migrasi memberikan dampak positif bagi pembangunan di negara asal dan negara tujuan, migrasi yang tidak tertib bisa menimbulkan dampak sosial, keuangan dan politik bersifat negatif bagi individu, masyarakat dan pemerintahan. Pendekatan yang komprehensif, transparan dan berkesinambungan untuk proses imigrasi dan manajemen perbatasan, melibatkan semua negara dalam kontinuum migrasi, dapat membantu mengurangi dampak negatif migrasi dan melestarikannya sebagai sebuah proses sosial yang alamiah.

Sebagai sebuah organisasi antar-pemerintah utama dalam bidang migrasi, IOM kerap diminta oleh negara untuk membantu menangani tantangan-tantangan yang kompleks dalam manajemen perbatasan. Secara umum, program penanganan imigrasi dan manajemen perbatasan IOM meliputi 7 area: (1) Pengkajian manajemen migrasi dan perbatasan; (2) Pengembangan kapasitas manajemen perbatasan dan migrasi; (3) Manajemen perbatasan; (4) Manajemen identitas; (5) Pemberantasan penyelundupan manusia; (6) manajemen data migrasi, dan analisa risiko dan intelejen; (7) bantuan imigrasi dan visa.

IOM Indonesia bekerja erat dengan pemerintah terutama di bidang pengkajian manajemen migrasi dan perbatasan, dan pemberantasan penyelundupan manusia. Upaya IOM Indonesia dalam pemberantasan penyelundupan dimulai pada tahun 2000, dan sejak itu telah berkembang secara signifikan.

Dengan bantuan dana dari berbagai negara seperti Australia dan Kana, sejumlah proyek telah diluncurkan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam manajemen migrasi dan pemberantasan penyelundupan. Semua proyek dirancang untuk menopang kebijakan dan prioritas pemerintah Indonesia.